Hancurkan Saudara Tua

Arema Indonesia semakin mengkokohkan diri di puncak klasemen sementara Liga Super Indonesia (LSI) 2009/2010 setelah berhasil memenangkan derby Malang melawan Persema Malang, 3-1 (1-1) di Stadion Gajayana Malang, Selasa (9/3). Apalagi di saat bersamaan, Persiba Balikpapan yang menguntit di posisi kedua gagal memperkecil selisih poin setelah diempaskan tuan rumah Persijap Jepara, 1-3 di Stadion Gelora Bumi Kartini Jepara.

Dengan hasil tersebut, Arema kini di puncak klasemen dengan mengumpulkan 48 poin dari 22 kali main. Sedangkan Persiba berada di belakangnya terpaut 8 angka.

Meski bermain di kandang lawan, Arema memperoleh dukungan penuh Aremania. Dukungan suporter fanatiknya itu membuat Arema bermain lebih dominan dibandingkan tuan rumah Persema.

Namun pendukung Persema sempat dibuat girang ketika di menit ke-15, tim kesayangan mereka sudah bisa unggul. Tendangan kaki kiri mantan pemain Persib, Siswanto tepat di garis kotak penalti menusuk pojok kanan gawang Arema yang dikawal Kurnia Mega.

Arema pun langsung merespons ketinggalan dengan lebih menekan ke area pertahanan Persema. Hasilnya di menit ke-32 tendangan Esteban Guillen menggetarkan gawang Persema yang dikawal Sukasto Efendi.

Pada menit ke-42, Sukasto harus ditarik ke luar karena mengalami cedera setelah berbenturan dengan seorang pemain Arema. I Komang Putra masuk sebagai pengganti dan hingga jeda skor tetap 1-1.

Memasuki babak kedua, Arema makin menunjukkan dirinya lebih perkasa dibandingkan saudara tuanya. Di menit ke-57, Roman Chamelo memanfaatkan bola liar yang gagal dihalau sempurna oleh Munhar. Dengan satu sontekan Chamelo mengubah kedudukan menjadi 2-1.

Singo Edan bisa memantapkan keunggulan lewat gol M. Ridhuan. Gol ini terjadi setelah memaksimalkan umpan silang Esteban Guillen. Skor 3-1 untuk Arema bertahan sampai pertandingan selesai.

(sumber : klik-galamedia.com)

Did you like this? Share it:

Demi Arema

iki adiCerita berawal ketika mau liat Arema lawan Persebaya di stadion Kanjuruhan. Kamis siang aku dapet sms dari lek Hud, ”jes, umak tail Arema a minggu?”. Langsung saja aku bales, ”yo wes gpp, tiket e orip?”. “tiket e 25ewu”, balas lek Hud. Wduuhh mahal banget…,tapi gapapa deh! Kan lawannya Persebaya musuh bebuyutan Arema dari jaman mbah-mbahku dulu (lebay!!!). lalu ku balas sms lek Hud tadi,”oyi wes ayas tail Arema!”.

Jum’at siang, proses pencarian tiket Arema pun dimulai. Mendadak Mas Fiun sms aku, “di awakmu ate ndelok Arema a???”. “iyo, opo’o? kon kate ndelok a??”, balasku. Mas Fiun menjawab, “yo aku pesen o tiket”. Langsung aku balas, “yo wes ta’ golekno disek”. Kemudian proses pencarian tiketpun berlangsung. Setelah Sholat Jum’at lek Hud dan Hasbi pergi mencari tiket Arema, pertama mereka pergi ke radio-radio sekitar Malang yang menjual tiket dan semua menjawab, “maaf mas tiket Arema sudah habis”. Pencarian tiket berlanjut ke Ultras dan Malang Post. Ternyata jawabannya pun sama, “maaf mas tiket habis, kalau mau ini ada yang VIP?”. Wew, duit cuman pas-pasan disuruh lihat di VIP bisa bangkrut ini bandar. Dengan perasaan menyesal merekapun kembali pulang.

Sesampainya di rumah. Aku, hasbi dan lek Hud nongkrong di rumah lek Hud. Datanglah sam Kidnep yang memberitahukan kalau di Sam Kamim jual tiket Arema. Okelah kalau begitu, lek Hud langsung cabut ke rumah Sam Kamim dan proses reservasi tiket pun dimulai, dan ada titik terang disini. “yo wes tak takokno sek nang Korwil Tongan be’e ono”, kata Sam Kamim. Lek Hud menjawab dengan penuh antusias “siiplah… klo begitu!!”.

Disisi lain aku menerima sms dari mas Fiun, “di, wes oleh a tiket e???”, Tanya mas Fiun. “wes iki sek pesen”, jawabku. “yo weslah aq pesen 3 tiket”, balas mas Fiun di sms. Langsung ku jawab, “yo wes tak pesen o!”. lalu ku sms lek Hud, “jes ayas pesen 4 tiket, gawe koncoku!”. “yo!!”, balas lek hud.

Sabtu pagi, setelah aku bangun tidur langsung ke kamar mandi, cuci muka, wudlu, sholat shubuh, berdo’a dan tidur lagi deh, hehehehe. Hpku berdering kenceng banget mendendangkan lagu Bleding Mascara-nya Atreyu, aku langsung terbangun dari mimpindahku (bo’ong banget). Ada sms dari mas Fiun, “di aq wes oleh tiket e”. “lhe ya opo e???, wes ta’ pesen o tiket iki!”, balasku di sms. Mas Fiun menjawab, “yowes aq ga usah di pesen o!”. ”waahh ya opo e kon iki fi??? kon oleh piroan tiket e?”, balasku lagi. “32 ewu”, jawab mas Fiun. Wew mahal banget, kataku dalam hati. Sesaat kemudian, lek Hud pun sms, “yo opo jes, umak sido pesen 4 tiket a? 2 ndek Cak Memet, seng 2 mene ndek Sam Kamim! Ya’ opo?”, tanya lek Hud di sms. Langsung ku jawab sms lek Hud, “ga sido jes, ayas pesen 1 ae tiket e. Koncoku(mas Fiun), ruwet!”, balas smsku ke lek Hud. “tapi iki wes pasti yo?”, tanya lek Hud lagi. “oyi!!”, jawabku. Sabtu malam sebelum pergi ke acara keluarga, ku sempatkan pergi ke rumahnya lek Hud buat bayar tiket Arema.

Hari Minggu, hari yang ditunggu-tunggu pun datang juga. Sebelum persiapan berangkat ke stadion Kanjuruhan, aku disuruh ibu buat anterin kakakku keliling anterin baju pesenan orang. Waduuh, gimana nih?? ndakpapa wes berangkat aja. Akhirnya pekerjaanpun selesai, sampai di rumah HPku berdering tanda ada sms masuk ternyata dari lek Hud, “jes kera-kera kate ladub jam 2an, ya opo, oyi a??”. “yo wes entenono!”, balasku. Waktu menunjukkan jam 1 siang, aku langsung mandi, shalat dhuhur dan dijamak ashar, trus makan siang dan tiba-tiba aku disangoni (di kasih duit) ibuku 20ribu rupiah, yes alhamdulillah pada saat kantong kering begini Allah masih yang mengucurkan rejekinya buatku hehehe!.pepi&toni

Pukul 2 siang teng. Pepi, Toni, Lempo, aku, lek Hud, beserta Hasbi dan temennya berangkat menuju stadion Kanjuruhan Kepanjen Kab. Malang. Ditengah perjalanan Pepi yang memakai kacamata Hitam ber-merk Rown, sedang berusaha menggoda cewek yang ada dalam mobil, “hai ceweek…hehehehe…!”, goda Pepi. Sampailah di parkiran stadion Kanjuruhan, kamipun langsung menempatkan kendaraan pada posisi yang tepat. Di parkiran kami bertemu Alip dan teman-temannya, kitapun berjalan sambil berbincang bareng menuju stadion Kanjuruhan. Ternyata anak-anak masih punya tiket lebih, hmm…pikiran berwirausahapun keluar dari otak kita, hehehe!! “ya opo lek di dol meneh tiket e??”, kata Alip. “tambah siip ae”, timpalku. “yo wes gapopo wes, cepetan kene tak dolno!”, Lempo bersemangat. Akhirnya kita mencoba menawarkan pada aremania lain yang tidak punya tiket, setelah lama mencari ternyata ada calo tiket yang menawarkan tiket itu dengan harga 90ribu buat 2 tiket, wah! rugi banget dong enak aja 1 tiket di hargai 45ribu entar dijual lagi 60ribu. Setelah lama bernegosiasi, kita dan calo itu tidak menemukan titik terang. Dan ada aja klo udah rejeki, ada beberapa aremania yang kira-kira seumuran kami. Negosiasipun dimulai kami menawarkan 60ribu per tiket sedangkan kami memiliki tiga tiket. Aremania itu, sebut saja Andi (nama samaran)  heheheh!!!, Andi menawar 50ribu, sebenarnya kami tidak mau, berhubung luar stadion Kanjuruhan sudah dipadati dengan banyaknya aremania yang hadir maka kami pun meng-iyakan penawaran tersebut. “yo wes 3 tiket 150ewu!!”, tegas Alip. “siip!!”, kata Andi sambil menyerahkan uang 150ribu. Kemudian Alip menyalami Andi sambil berkata, “senang berbisnis dengan anda!!”. Andipun membalas dengan senyuman. Selanjutnya sambil tertawa senang kami bergegas mengantri di pintu masuk stadion. Setelah hampir 15 menit mengantri kita semua berhasil masuk ke stadion Kanjuruhan yang sudah riuh dan sesak dengan aremania yang sangat banyak dari seluruh penjuru Malang raya. Lalu kami berjalan mencari tempat duduk yang kosong, tepatnya di tribun pintu 13 kami mendapat tempat duduk.
aremania

Yah!!! Selamat datang di dalam Stadion Kanjuruhan yang megah dengan dipenuhi hampir 40ribu Aremania. Pertama kali duduk, waw!! Panas banget ini tempat duduk. “j***krek!!, panas e rek”, Lempo mengumpat. “iyo i puanas on yo”, lanjut Hasbi. Huh…, memang panas bener hari itu! Ku lihat jam di HPku waktu menunjukkan pukul 3.30 siang! Wew, kita masih harus menunggu sekitar 3,5 jam lagi untuk bisa melihat pertandingan antara Arema versus Persebaya yang akan dilaksanakan pukul 19.00. Selamat menunggu dengan sabar!!! Tetapi hal itu tidak terasa ketika atraksi-atraksi yang ditunjukkan aremania.

atraksidemi_aremaaremania_rule

Setelah sekian lama menunggu akhirnya saat yang ditunggu-tunggu datang pertandingan Arema VS Persebaya dimulai, pertama Sam Othe mengumumkan peraturan-peraturan yang bari dari Panpel yang salah satunya ku dengar adalah ketika pertandingan berlangsung dilarang menyanyikan lagu-lagu yang bersifat mengumpat dan rasisme, dilarang membunyikan petasan saat pertandingan, dll. Kedua Sam Othe mengumumkan line up pemain, semua aremania langsung bersorak ketika satu persatu nama pemain Arema dikumandangkan. Dan yang paling keras adalah saat dipanggilnya pemain Arema bernomor punggung 12 yang tidak lain adalah legiun asing asal Singapura yaitu Noh Alam Shah.

Kick off pun dimulai, Arema tampil lebih offensive. Arema memiliki banyak peluang dibabak pertama yang membuat jantung berdegup kencang ketika M. Fachruddin yang menggiring bola dan melewati dua orang pemain Persebaya dan memasuki kotak pinalti yang kemudian diteruskan tendangan keras kearah kanan kiper Persebaya yang harusnya terjadi gol tetapi bola tipis menggelinding keluar lapangan. Bersamaan dengan peluang itu aremania yang berteriak gol yang teryata tidak gol. Sontak kekecewaan teman-teman terlecut, “jamp** ga gol!!”, sahut Alip. “Janc**, ga gol rek waahhh!!”, umpat lek Hud. “waaargrhrhgh…janc**”, Pepi meradang!. Aku sendiri menutup mata sebagai tanda kecewa(hehehehe!). Berselang beberapa menit babak pertama selesai.

Saatnya makan…, 15 menit waktu istirahat pertandingan adalah saatnya makan bekal yang sudah dibawa dari rumah. Dengan membawa sego bungkusan dari rumahpun aku tak khawatir akan kelaparan di stadion hehehe…, dengan penuh lahap aku dan lempo makan bersama dengan nasi dan sayur daun singkong dengan lauk tahu beserta kikil. Kulihat Pepi, Lek Hud, Hasbi, Alip makan nasi dengan lauk mie instant. Hmm! Nikmat sekali makan disaat kelaparan begini.

Babak kedua dimulai, kick off untuk Arema. Para pemain Arema berinisiatif untuk lebih menyerang pada babak kedua ini. Tetapi banyak peluang terbuang sia-sia yang diciptakan para pemian Arema.

Ditengah pertandingan terjadi insiden, seorang aremania menyulut kembang api yang membuat aremania lainnya marah-marah, karena hal itu dapat menyebabkan Arema terkena hukuman denda oleh BLI. “heh…heh…gobl*** wong iku rek!!”, teriak Toni. “Bonek iku heh…bonek iku!!”, teriak Alip lebih keras. Mas sebelahku mengumpat, “bonek iku heh…bonek gobl***…bonek janc**!!”. Akhirnya insiden pun berhasil diredam oleh polisi pengaman pertandingan.

Setelah kedua tim berjual-beli serangan pada saat pertandingan menyisakan 15 menit, inisiatif serangan dipegang oleh tim lawan, Persebaya. Peluang emas yang membuat aremania merinding adalah ketika Andik Fermansyah (A.K.A Pepi, heheheh!!), menggiring bola menerobos pertahanan kiri Arema dan melepaskan tendangan keras kearah gawang. Tetapi dengan sigap Kurnia Mega berhasil menjaga keperawanan gawangnya. Sebagai penghargaan atas keberhasilan Kurnia Mega meredam tendangan Andik Fermansyah tadi seluruh aremania bertepuk tangan dengan keras. ”Baguuuss…”, teriak Lempo!!.

Ketika menit-menit akhir pertandingan, Arema menciptakan serangan balik lewat M. Ridhuan yang menyisir sisi kiri pertahanan Persebaya yang kemudian langsung mendorong bola ke dalam kotak penalty kemudaian dia dilanggar oleh Anderson yang kemudian diputuskan hukuman tendangan penalty oleh wasit. Kemudian diikuti beberapa pemain Persebaya memprotes keputusan tersebut. Tetapi wasit tidak menggubris itu semua. Tanpa membuang percuma peluang yang terbuka lebar, el capitano Pierre Njangka mengeksekusi tendangan 12pas tersebut dan … GOOOL!!! Semua Aremania bersorak sorai kegirangan. “gooolll…yeah!”, teriakku keras. “gol..gol..gol..!!”, Pepi menyambut gembira. “hore…hore…gol…gol…JANC***!!!”, lek Hud berteriak kencang kegirangan!!.

Seluruh Aremania yang ada di stadion langsung menyanyikan lagu kemenangan, “ha ha ha…hi hi hi Arema menang lagi, ha ha ha…hi hi hi Arema menang lagi ”, sorak sorai terus berlanjut sampai wasit meniupkan peluit panjang. Keriuhan semakin kencang saat pertandingan berakhir dengan kemenangan Arema atas Persebaya 1 – 0.

Kamipun pulang dalam keadaan gembira ria, tapi tidak dengan lempo yang kehilangan tas dan jaketnya yang hilang di dalam stadion, tidak tahu dimana hilangnya atau siapa yang membawanya, atau siapa yang mengambilnya!!. “sabar Po…”, kata ku menenangkannya. Akupun sebenarnya juga kecewa denga hasil ini, kemenangan Arema tidak semeriah dan seindah seperti ketika membungkam Persik Kediri 3 – 1. karena banyak terjadi kontrofersial yang dilakukan oleh wasit. Tapi ya inilah pertandingan ada yang kalah dan ada yang menang. Selamat buat Arema dan Aremania pertahankan prestasimu dan yang sabar buat persebaya. Memang DARI DULU BONEK ITU DJANCOEK!!!

Did you like this? Share it:

Sapi Berkepala Manusia

Ajaib dan misterius. Seekor anak sapi di Sampang, Madura, terlahir dengan kondisi kepalanya mirip kepala manusia. 

Menurut Narto, petani pemilik sapi warga Desa Sumber, Kecamatan Tambelangan, di Sampang, anak sapi berkelamin jantan ini berkepala bundar, berdahi, lengkap dengan pusar kepala dan bulu di sekitar kepala berwarna hitam, layaknya rambut kepala manusia. 

Anak sapi yang lahir pada Senin dini hari itu tidak mau makan rumput layaknya anak sapi pada biasanya, tetapi hanya makan makanan yang biasa dimakan oleh manusia. 

“Kami sudah mencoba memberi rumput, tapi tidak mau. Tapi ketika kami coba kasih nasi justru mau,” ungkap Narto. 

Belum ada penjelasan secara ilmiah dari Dinas Peternakan Sampang tentang sapi milik petani Narto yang lahir dengan kepala mirip manusia tersebut. 

Warga dari sejumlah desa di wilayah Kecamatan Tambelangan terus berdatangan untuk melihat keanehan sapi yang oleh sebagian orang diyakini sebagai sapi ajaib tersebut.(sumber : kompas.com)

waduuhh….itu salah suntik sperma kali ya…

tapi semua ini adalah kekuasaan Allah SWT, Subhanallah…

Did you like this? Share it: